Pemberontakan PETA di Blitar tahun 1945 menjadi salah satu perlawanan heroik prajurit Indonesia melawan penjajahan Jepang, dipimpin oleh Supriyadi dengan dukungan Kolonel Sudirman, yang mempercepat perjuangan kemerdekaan.
Artikel ini membahas perjalanan sejarah Indonesia dari masa kolonial hingga pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1949, termasuk peran penting tokoh seperti Kolonel Sudirman dan Mayjen Robert Mansergh dalam proses pengakuan kedaulatan.
Artikel ini membahas latar belakang sejarah dari pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1949, termasuk peran VOC, penjajahan Jepang, Jugun Ianfu, pemberontakan PETA di Blitar, dan tokoh seperti Kolonel Sudirman serta Mayjen Robert Mansergh.
Artikel ini membahas peran Mayjen Robert Mansergh dan Inggris dalam konflik Indonesia-Belanda, mencakup VOC, Sumpah Pemuda, penjajahan Jepang, Jugun Ianfu, pemberontakan PETA di Blitar, RIS, pengakuan de facto, Uni Indonesia-Belanda, dan Kolonel Sudirman.
Mengungkap sejarah kelam Jugun Ianfu selama pendudukan Jepang di Indonesia, dari latar belakang kolonial hingga perjuangan kemerdekaan yang membentuk bangsa.
Pemberontakan PETA di Blitar tahun 1945 menjadi salah satu perlawanan terorganisir terbesar terhadap pendudukan Jepang di Indonesia, dipimpin oleh Supriyadi dan melibatkan 1.600 prajurit yang menolak fasisme militer Jepang.
Artikel ini membahas sejarah pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) tahun 1949, mencakup latar belakang kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga pembubaran RIS dan kembali ke NKRI.
Menyoroti sejarah kelam Jugun Ianfu selama pendudukan Jepang di Indonesia, dari latar belakang kolonial hingga perjuangan kemerdekaan yang dipimpin tokoh seperti Kolonel Sudirman.
Artikel ini membahas sejarah berdirinya VOC sebagai awal kolonialisme Belanda di Indonesia, serta perkembangan sejarah Indonesia hingga masa kemerdekaan.
Era pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945) meninggalkan dampak mendalam sekaligus memicu perlawanan heroik rakyat Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan.